K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Kita bisa berbicara tentang "kesehatan" dari organisasi. Bahkan  sebenarnya berguna untuk membicarakan tentang "kesehatan" dari suatu organisasi secara keseluruhan (Wilson, DeJoy, Vandenberg, Richardson, & McGrath, 2004).
Sebuah organisasi yang sehat dapat menguntungkan secara finansial, dan juga memiliki karyawan yang secara fisik dan psikologis sehat untuk mengerjakan pekerjaan mereka (Cepat, 1999).
“Aman” adalah aspek kunci dari kerja yang sehat yaitu bahwa karyawan juga aman dari hubungan pekerjaan dengan besarnya bahaya.
Menentukan keselamatan relatif mudah pada organisasi. sebuah organisasi yang aman adalah karyawan secara kolektif memiliki tingkat yang rendah dalam keterlibatan kecelakaan.
Hal-hal yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan kerja:
·           Kecelakaan Kerja
Kecelakaan adalah peristiwa yang terjadi di tempat kerja yang menyebabkan cedera langsung. Kecelakaan merupakan masalah besar di tempat kerja yang memiliki biaya yang luar biasa bagi karyawan dan organisasi.
·           Adanya Penyakit Menular
Perhatian khusus pada HIV dan hepatitis B (HBV) dimana kedua penyakit tersebut sangat berbahaya. Kewaspadaan Universal adalah satu set prosedur keselamatan yang dirancang untuk membantu para profesional perawatan kesehatan menghindari kontak dengan tubuh pasien fluida.
·           Suara Gaduh
Intensitas kebisingan diukur dalam desibel unit (dB). Skala desibel adalah skala logaritmik, yang berarti bahwa hubungan antara tingkat desibel dan intensitas suara tidak linear. Suara bising dapat mempengaruhi karyawan baik kesehatan maupun kinerja karyawan.
·           Gangguan muskuloskeletal (MSDS)
Cedera terjadi karena gerakan yang berulang-ulang. Cedera tersebut merupakan masalah penting bagi organisasi, karena mereka menghasilkan tidak adanya karyawan dan ketidakefisienan, yang dapat mempengaruhi produktivitas organisasi (Escorpizo, 2008). Faucett (2005), MSDS terkait dengan kedua biomekanik dari tugas pekerjaan dan faktor psikologis karyawan. Biomekanik, cedera dapat terjadi karena pengulangan gerak, kekuatan yang berlebihan pada tubuh, dan postur yang tidak benar. Psikologis, MSDS yang terkait dengan stres kerja.
·           Berbahaya Zat Paparan
Karyawan di pabrik kimia, pembasmi hama dan buruh tani yang menggunakan insektisida dan kemungkinan dapat terkena zat kimia tersebut. Reaksi terhadap paparan dapat berkisar dari gejala cukup ringan seperti sakit kepala atau mual, kondisi serius yang permanen dapat merusak organ vital seperti ginjal atau hati.
Jadwal Kerja
Kebanyakan orang yang bekerja bekerja jadwal standar sekitar 8 jam siang hari per hari selama hari kerja.
Jenis Jadwal Kerja:
·           Shift Malam
Contoh jam pada shift malam adalah: 08:00-04:00, 16:00-12:00, 12:00-08:00
Karyawan shift malam memiliki masalah tidur yang lebih besar dari karyawan yang bekerja shift malam permanen.
·           Kerja Malam
Pekerjaan yang dikerjakan hanya pada malam hari. Contoh tukang skuteng.
Akerstedt dan Theorell (1976)
Gangguan fisiologis banyak terjadi pada pekerja nightshift.
Solusi untuk pekerja malam adalah memungkinkan beberapa hari berturut-turut istirahat per minggu (Totterdell, Spelten, Smith, Barton, & Folkard, 1995).
·           Pergeseran Panjang
Tingkat stress ditempat kerja lebih tinggi. Umumnya terjadi pada orang nonvoluntaryly.
Waktu kerja:           13 jam / hari.
                               48 jam / minggu.
·           Flextime
Karyawan menentukan jam kerja sendiri. Memungkinkan karyawan untuk mengurus hal lain diluar pekerjaan (urusan pribadi). Hubungan prestasi kerja dengan kepuasan kerja kurang konsisten ( Baltes et al , 1999).
·           Compressed Workweek
Jam kerja :
8                       jam/ hari.
Kurang dari 5 hari / minggu.
Manfaat :
1.         Dapat mengejar pekerjaan berikutnya.
2.         Dapat mengejar pendidikan lebih lanjut ketika masih bekerja.
Kerja-Keluarga Konflik
(Baltes & Heydens-Gahir, 2003): Kerja-keluarga konflik merupakan bentuk extrarole di mana tuntutan pekerjaan mengganggu orang-orang.

Contoh keluarga-untuk, harus menghabiskan waktu di tempat kerja meninggalkan insufisiensi waktu untuk rumah. Atau tuntutan keluarga mengganggu orang-orang. Contoh kerja, harus mengambil seorang anak yang sakit ke dokter mungkin memerlukan seseorang untuk absen dari kerja.

Psikologi Kerekayasaan dan Kondisi Kerja

Psikologi Kerekayasaan dan Kondisi Kerja
Psikologi kerekayasaan (Engineering Psychology) adalah proses interaksi manusia dengan lingkungan kerjanya  yang memberikan pengaruh timbal balik.
Pendahuluan dalam Psikologi Kerekayasaan
·           Manajemen Ilmiah
Frederick W.Taylor, menekankan efisiensi dalam melakukan tugas pekerjaan, yang membuat bebagai macam peralatan yang disesuaikan dengan bentuk dan berfungsinya anggota badan.
·           Analisis Waktu dan Gerak
Gilbreth dengan therblig-nya (symbol-simbol dalam berbagai macam gerak) yang diciptakan dalam rangka kajian atau analisis waktu dan gerak (time and motion analysis). Melalui analisis waktu dan gerak sampai pada penyerdehanaan kerja dan pembakuan kerja.
·           Kondisi Kerja
Di awali dengan penelitian di Hawthorne oleh para ilmuwan dari Universitas Harvard, menekankan terhadap produktivitas tenaga kerja.
Kondis Kerja
Kondisi lingkungan kerja dapat mempengaruhi kinerja tugas dalam banyak hal. Kondisi kerja dipengaruhi oleh lingkungan kerja dan fasilitas yang tersedia.
Kondisi Fisik Kerja
·           Iluminasi (Penerangan)
Faktor yang perlu diperhatikan dalam iluminasi adalah kadar (intensity) cahaya, distribusi cahaya dan sinar yang menyilaukan.     
·           Warna
Warna dapat digunakan sebagai:
- Alat sandi atau coding device (Schultz, 1982), atau sebagai penciptakontras warna (Suyatno, 1985).
- Upaya menghindari timbulnya ketegangan mata (Schultz, 1982). Setiap warna berbeda dalam kemampuan pantulan cahayanya.
- Alat untuk menciptakan ilusi tentang besarnya dan suhunya ruangan kerja (Schultz, 1982), yang memiliki efek psikologis (Suyatno, 1985).
·           Bising (Noise)
Tingkat-tingkat kerasnya suara atau bunyi tertentu dapat merupakan ancaman bagi pendengar. Bising dalam lingkungan kerja membuat kita menjadi mudah marah, gelisah dan tidak bisa tidur, bahkan dapat membuat kita menjadi tuna rungu jika berlebihan.
·           Musik dalam bekerja
Musik memiliki pengaruh yang baik pada pekerjaan-pekerjaan yang sederhana, rutin dan monoton, sedangkan pada pekerjaan yang lebih majemuk memerlukan konsentrasi yang tinggi pada pekerjaan, pengaruhnya dapat menjadi sangat negatif.

Kondisi Lama Waktu Kerja
·           Jam kerja
Jumlah jam kerja dalam seminggu di Indonesia biasanya 40 jam. Ada organisasi atau perusahaan yang membagi 40 jam kerja ke dalam enam hari kerja, ada juga yang membaginya ke dalam lima hari kerja (berkerja setiap 8 jam, setiap hari kerja)
·           Kerja paro-waktu tetap
Kerja paro-waktu tetap dilakukan oleh mereka yang biasanya bekerja selama 20 jam/minggu. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah para tenaga kerja muda yang menyukai gaya hidup yang lentur dan mereka yang telah menjalani pensiun.
·           Empat hari minggu kerja
Empat hari minggu kerja adalah pekerjaan yang dilakukan dalam seminggu yaitu empat hari, ada yang 40 jam selama 4 hari ada juga yang hanya 36 jam.
·           Jam kerja lentur
Jam kerja lentur sesuai untuk pekerjaan seperti, penelitian dan pengembangan  ,perkantoran, pabrikan (manufacturing) ringan dan berat.
Contoh Ergonomi
·           Bangku dirancang sedemikian rupa hingga dapat berputar guna mempermudah karyawan dalam bekerja dan berinteraksi kepada sesama karyawan lain.
·           Penerangan dalam ruangan distel sedemikian rupa guna cahaya yang cukup bagi kesehatan mata karyawan dan teknis lainnya.
·           Alat-alat kantor dirancang sangat canggih guna mempermudah karyawan dalam bekerja dan menyelesaikan tugasnya.

·           Suara dalam kondisi ruangan dirancang guna mengurangi bising dan tidak mengganggu konsentrasi antar karyawan.

Sumber :
  Spector, Paul. E. (2012). Industrial and Oganizational Psychology : Research and Practice  (6th ed). Department of Psychology University of South Florida : Paul E. Spector
 Schmitt, Neal. W. & Highhouse, Scott. (2013). Handbook of Psychology : Industrial and Organizational Psychology (2nd ed). Canada : John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey
Ashar Sunyoto Munandar. Psikologi Industry dan Organisasi

Performance Management and Appraisal

Pada pertemuan pertama setelah uts saya tidak masuk dalam kelas PIO karena terhalang oleh kesehatan. Pada kesempatan ini saya akan membahas Performance Management and Appraisal, saya ambil materi ini dari buku Ashar Sunyoto Munandar yang membahas Psikologi Industri dan Organisasi. Berikut penjelasan lebih lanjut dari materi kita kali ini:
Performance Management and Appraisal:
Selama bekerja tenaga kerja menunjukkan unjuk-kerjanya (performance). Dalam melaksanakan tugas pekerjaannya tenaga kerja menunjukkan motivasi tertentu sehingga mencapai capaian kerja pada tingkat tertentu. Imbalan terhadap hasil kerjanya ini serta pengalamannya selama melakukan tugas pekerjaannya, menentukan tinggi rendahnya derajat kepuasan kerja. Kepuasan kerja memiliki pengaruh tertentu pada motivasi kerja tenaga kerja.
Pada kali ini kita akan membahas Performance Management and Appraisal. Ini merupakan salah satu alat kendali dari management. Karena itu pelaksanaan penimbangan karya atau performance appraisal harus dilihat sebagai satu kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan lain dalam memenejemeni organisasi industry secara berhasil. Ketepatan teknik performance appraisal ditentukan oleh kebudayaan dan gaya menejemen yang berlangsung di system organisasi industry.
Performance Management and Appraisal adalah proses penilaian dari ciri-ciri kepribadian, perilaku kerja, dan hasil kerja seorang tenaga kerja/karyawan (pekerja dan manejer), yang dianggap menunjang unjuk-kerjanya, yang digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan tentang tindakan-tindakan terhadapnya di bidang ketenagakerjaan.
Bordman dan Melnick (1990) mengusulkan satu rumusan untuk menghitung ‘Productivity Rating Index’ (PRI) seseorang.PRI adalah hasil perkalian dari ‘Time Based Index’ (TBI) dengan ‘Quality Index’ (QI). TBI yang merupaka ukuran untuk kuantitas, adalah hasil pembagian dari ‘waktu yang diperkirakan untuk penyelesaian tugas’ (ET) dengan ‘waktu actual untuk menyelesaikan tugas’(AT). Jadi TBI = ET:AT.
Tujuan Performance Management and Appraisal:
Cascio (1989) memberikan berbagai macam tujuan yang dapat dicapai dengan melakukan penimbangan karya yang baik, yang dapat kita bedakan ke dalam tujuan  untuk kepentingan tenaga kerjanya dan tujuan untuk kepentingan organisasinya.
·           Tujuan untuk Kepentingan Tenaga Kerja
Tujuan untuk kepentingan tenaga kerja dapa dibedakan ke dalam tujuan yang lebih berorientasi ke masa lalu dan tujuan yang berorientasi ke masa depan.
·           Tujuan untuk Kepentingan Organisasi Kerja
-. Hasil penimbangan karya dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis masalah-masalah organisasi.
-. Hasil penimbangan karya dapat digunakan untuk mengabsahkan test yang digunakan dalam seleksi.
Teknik-Teknik Penimbangan Karya:
·           Teknik Relatif/Nisbi terdiri dari:
-. Group Order Ranking
-. Individual Ranking
-. Paired Comparison
·           Teknik Absolut teridiri dari:
-. Essay Appraisal
-. Critical Incident Appraisal
-. Graphic Rating Scales
-. Behaviorally Anchored Rating Scale
·           Teknik Berorientasi Pada Keluaran

Refrensi : Psikologi Industri dan Organisasi (Ashar Sunyoto Munandar)

Translate

Diberdayakan oleh Blogger.