Psikologi
Kerekayasaan dan Kondisi Kerja
Psikologi
kerekayasaan (Engineering Psychology) adalah proses interaksi manusia dengan
lingkungan kerjanya yang memberikan
pengaruh timbal balik.
Pendahuluan dalam Psikologi
Kerekayasaan
·
Manajemen
Ilmiah
Frederick W.Taylor, menekankan
efisiensi dalam melakukan tugas pekerjaan, yang membuat bebagai macam peralatan
yang disesuaikan dengan bentuk dan berfungsinya anggota badan.
·
Analisis
Waktu dan Gerak
Gilbreth dengan therblig-nya (symbol-simbol dalam berbagai macam gerak) yang
diciptakan dalam rangka kajian atau analisis waktu dan gerak (time and motion analysis). Melalui
analisis waktu dan gerak sampai pada penyerdehanaan kerja dan pembakuan kerja.
·
Kondisi
Kerja
Di awali dengan penelitian di
Hawthorne oleh para ilmuwan dari Universitas Harvard, menekankan terhadap
produktivitas tenaga kerja.
Kondis Kerja
Kondisi
lingkungan kerja dapat mempengaruhi kinerja tugas dalam banyak hal. Kondisi
kerja dipengaruhi oleh lingkungan kerja dan fasilitas yang tersedia.
Kondisi Fisik Kerja
·
Iluminasi (Penerangan)
Faktor
yang perlu diperhatikan dalam iluminasi adalah kadar (intensity)
cahaya, distribusi cahaya dan sinar yang menyilaukan.
·
Warna
Warna
dapat digunakan sebagai:
- Alat
sandi atau coding device (Schultz, 1982), atau sebagai penciptakontras warna
(Suyatno, 1985).
- Upaya
menghindari timbulnya ketegangan mata (Schultz, 1982). Setiap warna berbeda
dalam kemampuan pantulan cahayanya.
- Alat
untuk menciptakan ilusi tentang besarnya dan suhunya ruangan
kerja (Schultz, 1982), yang memiliki efek psikologis (Suyatno, 1985).
·
Bising (Noise)
Tingkat-tingkat
kerasnya suara atau bunyi tertentu dapat merupakan ancaman bagi pendengar. Bising
dalam lingkungan
kerja membuat kita menjadi mudah marah, gelisah dan tidak bisa tidur, bahkan
dapat membuat kita menjadi tuna rungu jika berlebihan.
·
Musik dalam bekerja
Musik
memiliki pengaruh yang baik pada pekerjaan-pekerjaan yang sederhana,
rutin dan monoton, sedangkan pada pekerjaan yang lebih
majemuk memerlukan konsentrasi yang tinggi pada pekerjaan, pengaruhnya
dapat menjadi sangat negatif.
Kondisi
Lama Waktu Kerja
·
Jam kerja
Jumlah
jam kerja dalam seminggu di Indonesia biasanya 40 jam. Ada organisasi atau
perusahaan yang membagi 40 jam kerja ke dalam enam hari kerja, ada juga yang
membaginya ke dalam lima hari kerja (berkerja setiap 8 jam, setiap hari
kerja)
·
Kerja paro-waktu tetap
Kerja
paro-waktu tetap dilakukan oleh mereka yang biasanya bekerja selama
20 jam/minggu. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah para
tenaga kerja muda yang menyukai gaya hidup yang lentur dan
mereka yang telah menjalani pensiun.
·
Empat hari minggu kerja
Empat
hari minggu kerja adalah pekerjaan yang dilakukan dalam seminggu yaitu
empat hari, ada yang 40 jam selama 4 hari ada juga yang hanya 36
jam.
·
Jam kerja lentur
Jam
kerja lentur sesuai untuk pekerjaan seperti, penelitian dan pengembangan ,perkantoran, pabrikan (manufacturing) ringan dan berat.
Contoh Ergonomi
·
Bangku
dirancang sedemikian rupa hingga dapat berputar guna mempermudah karyawan dalam
bekerja dan berinteraksi kepada sesama karyawan lain.
·
Penerangan
dalam ruangan distel sedemikian rupa guna cahaya yang cukup bagi kesehatan mata
karyawan dan teknis lainnya.
·
Alat-alat
kantor dirancang sangat canggih guna mempermudah karyawan dalam bekerja dan
menyelesaikan tugasnya.
·
Suara
dalam kondisi ruangan dirancang guna mengurangi bising dan tidak mengganggu
konsentrasi antar karyawan.
Sumber :
Spector,
Paul. E. (2012). Industrial and Oganizational Psychology : Research and
Practice (6th ed).
Department of Psychology University of South Florida : Paul E. Spector
Schmitt,
Neal. W. & Highhouse, Scott. (2013). Handbook of Psychology : Industrial
and Organizational Psychology (2nd ed). Canada : John Wiley
& Sons, Inc., Hoboken, New Jersey
Ashar Sunyoto Munandar. Psikologi Industry dan Organisasi

0 komentar:
Posting Komentar